Tema & Sub Tema

Tema Umum:“Tangguh dan Mandiri: Sinergi Mendorong Stabilitas dan Pertumbuhan Ekonomi Lebih Tinggi serta Berdaya Tahan di Sumatera” 
Ruang Lingkup:Wilayah Sumatera
Latar Belakang :

Pemilihan topik didasari oleh perlunya penguatan ketahanan pangan sebagai upaya menjaga inflasi dan stabilitas ekonomi Sumatera, serta upaya mendorong pertumbuhan ekonomi Sumatera yang lebih tinggi dan berdaya tahan melalui investasi dan pengembangan sektor pariwisata, yang didukung dengan skema alternatif pembiayaan. Dari sisi struktural, transformasi sektor riil terutama difokuskan pada industrialisasi dan digitalisasi ekonomi Sumatera sebagai prasyarat dalam mendukung pencapaian menjadi negara berpendapatan tinggi.

Adapun pilihan topik Karya Ilmiah 7th SUMATRANOMICS 2026 adalah sebagai berikut:

1.Subtopik Ketahanan Pangan dan Pengendalian Inflasi Sumatera:

    1. Peran dan keterkaitan ketahanan pangan dari sisi ketersediaan pasokan dan kelancaran distribusi dalam menjaga stabilitas inflasi.
    2. Peran ketahanan pangan dan/atau pengendalian inflasi dalam menjaga daya beli masyarakat, ekspektasi inflasi serta perekonomian, melalui penyerapan tenaga kerja, peningkatan pendapatan petani serta kinerja sektor pertanian.
    3. Pengaruh infrastruktur maupun konektivitas sebagai factor determinan dalam menjaga ketahanan pangan dan/atau stabilitas inflasi.
    4. Pengaruh integrasi rantai pasok pangan secara end-to-end dalam meningkatkan ketahanan pangan dan/atau stabilitas inflasi, termasuk meminimalkan ketergantungan pada pasokan eksternal/impor.
    5. Peran kelembagaan pangan daerah, termasuk BUMD, koperasi, dan TPID, dalam memperkuat ketahanan pangan dan/atau stabilitas inflasi.
    6. Dampak iklim dan/atau bencana alam pada upaya menjaga ketahanan pangan.
    7. Pola pendekatan aplikatif (sistem/model bisnis) dalam memperkuat ketahanan pangan.
    8. Kebijakan penguatan ketahanan pangan sebagai bagian integral dari upaya menjaga stabilitas makroekonomi daerah dan keberlanjutan pertumbuhan ekonomi

2.Subtopik Dukungan dalam Mendorong Investasi, Perdagangan serta Pariwisata Sumatera:

    1. Faktor determinan (iklim usaha, SDA, SDM, infrastruktur) dan tantangan (global dan domestik) dalam peningkatan kinerja investasi, perdagangan serta sektor pariwisata.
    2. Model integrasi investasi dan perdagangan antar daerah dalam mendukung integrasi ekonomi regional dan pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat.
    3. Pengaruh dari implementasi debirokratisasi dan deregulasi pada investasi daerah.
    4. Pola pendekatan aplikatif dalam menghadapi tantangan investasi daerah, masalah tata ruang, perijinan, lahan, infrastruktur maupun SDM.
    5. Penguatan rantai nilai lokal dan regional dalam mendorong kinerja perdagangan, serta aglomerasi ekonomi maupun investasi.
    6. Peran stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan dalam mendukung perkembangan investasi dan perdagangan.
    7. Model dan faktor determinan pengembangan integrasi pariwisata antar daerah sebagai sumber ekonomi baru yang dapat mendukung investasi dan kinerja perdagangan.
    8. Kebijakan aplikatif dalam mendukung penguatan investasi, perdagangan dan sektor pariwisata.
    9. Peluang, tantangan dan strategi perluasan sumber pembiayaan ekonomi daerah dari fiskal, kredit perbankan maupun lembaga keuangan non bank.
    10. Skema alternatif pembiayaan perekonomian daerah khususnya dalam mendukung investasi baik swasta maupun pemerintah.
    11. Peran pembiayaan hijau guna mendukung perekonomian daerah.

3.Subtopik Transformasi Sektor Riil dan Digitalisasi Ekonomi di Daerah:

    1. Transformasi sektor riil dan digitalisasi ekonomi dalam kerangka peningkatan produktivitas, efisiensi dan inklusi ekonomi.
    2. Faktor determinan, tantangan serta solusi dalam mengkaselerasi transformasi sektor riil (infrastruktur, SDM, pembiayaan), khususnya pada sektor industri melalui hilirisasi.
    3. Peran investasi swasta dan fiskal dalam mendukung transformasi sektor riil.
    4. Peran ekonomi syariah dan ekonomi kreatif sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru dan pendukung transformasi sektor riil.
    5. Dampak dari transformasi sektor riil dan digitalisasi ekonomi, termasuk dari program digitalisasi sistem pembayaran di daerah, khususnya program Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) dan QRIS.
    6. Kendala dan strategi dalam mendorong perluasan program ETPD dan QRIS, maupun transaksi pembayaran real-time lainnya di daerah.
    7. Bentuk sinergi yang dibutuhkan dalam mendorong transformasi sektor riil dan digitalisasi ekonomi, khususnya di bidang hilirisasi, perdagangan serta investasi.