Latar Belakang

Perekonomian Sumatera memiliki posisi strategis dalam menopang stabilitas dan kinerja perekonomian nasional, tercermin dari kontribusi Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Wilayah Sumatera yang mencapai 22,42% terhadap perekonomian nasional. Selain itu, Sumatera merupakan salah satu lumbung pangan nasional sekaligus produsen utama berbagai komoditas pangan strategis, sehingga memegang peran penting dalam menjaga kecukupan pasokan, stabilitas harga pangan serta pengendalian inflasi dengan pangsa yang mencapai 18,27% terhadap inflasi nasional. Pasca tingginya realisasi inflasi pangan (VF) pada 2025, yang salah satunya sebagai dampak bencana, tantangan inflasi pada 2026 juga dipandang masih cukup besar. Tantangan bersumber dari anomali cuaca, proses rehabilitasi lahan pertanian pasca bencana, hambatan infrastruktur logistik dengan belum cukup terintegrasinya infrastruktur fisik maupun sistem logistik antardaerah. Potensi risiko dari volatilitas harga pangan maupun tingginya tekanan inflasi dapat berdampak pada daya beli masyarakat serta stabilitas perekonomian Sumatera pada 2026.

 

Di sisi lain, kinerja perekonomian domestik Sumatera juga membutuhkan topangan dari investasi dan sektor pariwisata sebagai sumber pertumbuhan pada 2026. Investasi yang berkelanjutan diperlukan untuk meningkatkan kapasitas produksi, memperkuat struktur ekonomi, serta mendorong penciptaan lapangan kerja di Sumatera. Sementara itu, sektor pariwisata memiliki potensi besar dalam meningkatkan aktivitas sektor riil melalui multiplier effect terhadap LU Perdagangan dan subLU Transportasi, disamping dukungan pada UMKM dan penyerapan tenaga kerja secara lebih inklusif. Namun, optimalisasi investasi dan sektor pariwisata di Sumatera masih menghadapi sejumlah tantangan, diantaranya terkait perizinan investasi, kepastian regulasi, keterbatasan konektivitas dan kualitas infrastruktur pendukung.

 

Sebagai langkah forward looking dalam mengantisipasi tantangan perekonomian Sumatera baik di sisi stabilitas khususnya inflasi dan pertumbuhan, upaya penguatan ketahanan pangan serta optimalisasi investasi dan pariwisata perlu semakin didorong. Strategi dan sinergi kebijakan antara pemerintah pusat dan daerah, Bank Indonesia, serta pemangku kepentingan terkait turut menjadi kunci guna memastikan ketersediaan pasokan dan kelancaran distribusi pangan, mempercepat realisasi investasi, serta pengembangan sektor pariwisata yang berdaya saing. Upaya tersebut diharapkan dapat menekan inflasi khususnya VF, menjaga stabilitas makroekonomi, serta mendukung pertumbuhan ekonomi Sumatera yang inklusif dan berkelanjutan.

 

Dalam kaitan tersebut, diperlukan inovasi yang strategis, terintegrasi, dan dapat diimplementasikan dengan mengoptimalkan seluruh sumber daya di wilayah Sumatera baik SDA maupun SDM. Dukungan dalam memperkuat perumusan kebijakan ekonomi di daerah dengan berbasis pada kajian (research based policy) juga diperlukan, terutama yang mendukung inovasi dan strategi kebijakan. Penguatan kebijakan perekonomian daerah juga sangat membutuhkan sinergi baik dari kalangan pemerintah, akademisi, maupun khalayak umum, termasuk dalam merumuskan solusi konkrit dan strategis yang dihimpun dari berbagai pemikiran.

 

Memasuki tahun ketujuh, Call for Paper Sumatranomics 2026 sebagai flagship event yang dikelola bersama oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) se-Sumatera, memberikan wadah dalam penciptaan strategi dan inovasi kebijakan yang memberikan manfaat pada perekonomian Sumatera. Sumatranomics juga berperan dalam meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat terkait isu strategis perekonomian di wilayah Sumatera yang membutuhkan pemikiran dan solusi, termasuk dari kajian ataupun riset. Selain itu, hasil pemikiran dari berbagai kegiatan 7th Sumatranomics 2026 juga akan mendukung peran advisory Bank Indonesia kepada Pemerintah baik di tingkat regional Sumatra maupun Pemerintah Pusat.

 

Rangkaian kegiatan 7th Sumatranomics 2026 akan melibatkan kalangan sivitas akademika, peneliti, pengamat ekonomi, praktisi serta pelaku ekonomi. Adapun kerjasama strategis direncanakan kembali dengan Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI). Sebagai puncak dari rangkaian kegiatan pada 2026, direncanakan penyelenggaraan 7th Annual Conference Sumatranomics di Palembang, Sumatera Selatan.