Tema dan Sub Tema

Tema 3rd SUMATRANOMICS 2022 adalah sebagai berikut :

Tema Umum : “Strategi Pemulihan Ekonomi Sumatera di Tengah Pencapaian Herd Immunity dan Dampak Spillover Krisis Global”
Lingkup Penulisan : Wilayah Sumatera atau Provinsi di wilayah Sumatera

Sementara topik karya tulis 3rd SUMATRANOMICS 2022 adalah sebagai berikut:

  1. Dampak Krisis dan Manfaat Stimulus Fiskal-Moneter.
    Latar Belakang : Krisis geopolitik dunia yang masih berlanjut telah memberikan efek domino kepada perekonomian global. Terlebih terdapat beberapa negara yang masih belum mampu pulih pasca pandemi Covid-19, harus mengalami perlambatan ekonomi kembali akibat terkena baik dampak langsung maupun tidak langsung dari memanasnya tensi geopolitik. Untuk mengatasi efek limpahan (spillover), Pemerintah Indonesia menerapkan berbagai stimulus baik di bidang fiskal maupun moneter, yang kemudian juga diterapkan di daerah.

    Pilihan/Alternatif Pembahasan:

    1. Menganalisis dan menyusun strategi untuk mengatasi dampak langsung dan tidak langsung memanasnya tensi geopolitik terhadap ekonomi regional (Sumatera dan/atau Sumatera Utara).
    2. Menganalisis dan menyusun strategi untuk mengatasi efek limpahan (spillover) exit policy yang telah diterapkan oleh negara yang ekonominya pulih lebih dulu terhadap ekonomi regional (Sumatera dan/atau Sumatera Utara).
    3. Menganalisis efektivitas kebijakan fiskal-moneter di regional (Sumatera dan/atau Sumatera Utara) pada masa pandemi COVID-19 dan rekomendasi penyempurnaan kebijakan.
    4. Menganalisis hambatan transmisi kebijakan fiskal oleh Pemerintah Pusat ke Pemerintah Daerah (Sumatera dan/atau Sumatera Utara) serta rekomendasi penyempurnaan kebijakan dan pola transmisi kebijakan fiskal.
    5. Menganalisis hambatan transmisi kebijakan moneter dan makroprudensial di regional (Sumatera dan/atau Sumatera Utara) dan rekomendasi penyempurnaan kebijakan kedepan.
  2. Transformasi Sektor Keuangan.
    Latar Belakang : Sektor keuangan menjadi salah satu sektor yang penting dalam mendukung pemulihan ekonomi negeri. Dalam kajian nine boxes yang dilakukan oleh Bank Indonesia Sumatera Utara (2022), terdapat 6 sektor prioritas yang patut diutamakan dalam upaya mendorong pemulihan ekonomi Sumatera Utara, di antaranya (i) pertanian, kehutanan, dan perikanan; (ii) industri pengolahan; (iii) konstruksi; (iv) perdagangan besar dan eceran; (v) penyediaan akomodasi dan makan minum; serta (vi) transportasi dan pergudangan. Hal yang menarik adalah pangsa kredit sektor pertanian sebagai contoh Sumatera Utara justru mengalami penurunan meski kinerja pertumbuhan ekonominya meningkat dari 1,95% pada tahun 2020 menjadi 3,87% pada tahun 2021. Hal ini menunjukkan sektor keuangan masih dapat meningkatkan perannya meski menghadapi sejumlah tantangan.

    Pilihan/Alternatif Pembahasan:

    1. Menganalisis hambatan, peluang, dan strategi mendorong intermediasi Perbankan di regional (Sumatera dan/atau Sumatera Utara), terutama pada sektor-sektor prioritas dan komoditas utama, serta UMKM.
    2. Menganalisis hambatan, peluang, dan strategi mendorong intermediasi Perbankan syariah di regional (Sumatera dan/atau Sumatera Utara), terutama pada sektor-sektor prioritas dan komoditas utama, serta UMKM.
  3. Digitalisasi Ekonomi dan Keuangan.
    Latar Belakang : Salah satu strategi akselerasi pertumbuhan ekonomi adalah melalui digitalisasi. Di era digital saat ini, perkembangan teknologi menjadi semakin tak terbatas. Tak terkecuali pada industri keuangan dan sistem pembayaran yang secara bertahap mendorong transformasi digital secara lebih terarah untuk mempermudah alur sistem pembayaran dan meningkatkan inklusivitas. Di antaranya melalui pengembangan open banking, Central Bank Digital Currency (CBDC), Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD), serta perluasan merchant dan peningkatan penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).

    Pilihan/Alternatif Pembahasan:

    1. Menganalisis bagaimana penerapan open banking dapat mendorong produktivitas pelaku usaha dan pertumbuhan ekonomi regional (Sumatera dan/atau Sumatera Utara).
    2. Menganalisis kesiapan regional (Sumatera dan/atau Sumatera Utara) dalam menghadapi implementasi CBDC dan rekomendasi kebijakan yang harus diterapkan.
    3. Menganalisis efektivitas dan dampak ekonomi pemanfaatan ETPD di regional (Sumatera dan/atau Sumatera Utara).
    4. Menganalisis hambatan, peluang, dan strategi dalam mendorong perluasan merchant dan peningkatan pengguna baru QRIS di regional (Sumatera dan/atau Sumatera Utara) baik dari sisi masyarakat maupun perbankan.
  4. Transformasi Sektor Riil.
    Latar Belakang : Di tengah siklus pertumbuhan yang tidak stabil dan dampak pemulihan ekonomi pasca pandemi Covid-19 yang belum sepenuhnya pulih, Indonesia perlu lebih fokus dalam mendukung perkembangan sektor riil. Perbaikan sektor riil perlu terus ditingkatkan agar pertumbuhan ekonomi tidak hanya bersifat jangka pendek. Hilirisasi dan aglomerasi industri menjadi salah satu contoh transformasi di sektor riil untuk meningkatkan nilai tambah produk. Selain itu, program hilirisasi juga perlu terus ditingkatkan bersamaan dengan kenaikan investasi dan penanaman modal asing. Di sisi lain, transformasi sektor riil juga perlu ditingkatkan terutama pada sektor baru yang memiliki prospek yang baik di masa depan, salah satunya sektor pariwisata.

    Pilihan/Alternatif Pembahasan:

    1. Menganalisis peluang, tantangan, strategi penguatan hilirisasi industri komoditas utama, dan dampaknya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi regional (Sumatera dan/atau Sumatera Utara).
    2. Melakukan pemetaan aglomerasi industri dan wilayah, serta strategi kebijakan optimalisasi aglomerasi di wilayah Sumatera dan/atau Sumatera Utara dalam mendukung akselerasi pertumbuhan ekonomi.
    3. Menganalisis peluang, tantangan, dan strategi promosi investasi dan perdagangan regional (Sumatera dan/atau Sumatera Utara) dalam mendukung percepatan hilirisasi.
    4. Menganalisis dan memberikan rekomendasi kebijakan optimalisasi promosi proyek strategis nasional di Sumatera dan/atau Sumatera Utara.
    5. Menganalisis peluang pengembangan sumber ekonomi baru, misalnya sektor pariwisata lokal yang dapat memberikan dampak besar terhadap perekonomian Sumatera dan/atau Sumatera Utara, serta strategi kebijakan yang sesuai dengan kearifan lokal.
  5. Ekonomi Keuangan Hijau.
    Latar Belakang : Kerusakan lingkungan dan perubahan iklim dapat menimbulkan risiko fisik dan risiko transisi yang berimplikasi pada stabilitas moneter dan stabilitas sistem keuangan. Adapun biaya transisi cukup besar dalam bentuk hilangnya kesempatan investasi, hambatan ekspor, keharusan impor produk hijau, dan keterbatasan akses keuangan global sudah mulai terjadi saat ini. Padahal, dengan komitmen dan aksi yang jelas, isu perubahan iklim dapat menjadi motor penggerak investasi Indonesia dan berpeluang besar untuk dikembangkan di Sumatera. Di antaranya melalui pengembangan di sektor fiskal hijau, sektor riil hijau, dan sektor keuangan hijau.

    Pilihan/Alternatif Pembahasan:

    1. Menganalisis potensi penerapan green economy (dengan memperhitungkan potensi risiko sumber / potensi ekonomi yang tidak dapat mendukung diterapkannya green economy).
    2. Menganalisis strategi menghadapi potensi risiko kehilangan investasi dan perlambatan ekonomi akibat belum diterapkannya green economy di regional Sumatera dan/atau Sumatera Utara.
    3. Menganalisis penerapan sustainable finance (keuangan berkelanjutan) dan strategi kebijakan yang tepat di Sumatera dan/atau Sumatera Utara dari sudut pandang makroekonomi dan/atau stabilitas keuangan.
    4. Menganalisis pembangunan ekonomi berkelanjutan baik dari sektor fiskal hijau, sektor riil hijau, dan/atau sektor keuangan hijau, serta menyusun strategi kebijakan dan langkah yang harus diambil oleh instansi terkait.

Tor dan sistematika penulisan dapat diunduh disini.