Latar Belakang

Pertumbuhan ekonomi wilayah Sumatera pada tahun 2021 tercatat 3,18% (yoy), meningkat dari tahun sebelumnya yang terkontraksi -1,20% (yoy). Realisasi pertumbuhan ekonomi Sumatera pada tahun 2021 lebih rendah dari nasional yang sebesar 3,69% (yoy). Dari sisi pengeluaran, perbaikan ekonomi terutama didorong oleh perbaikan kinerja konsumsi swasta dan kinerja eksternal, seiring dengan akselerasi vaksinasi yang terus digiatkan, kondisi permintaan global yang membaik, dan meningkatnya harga komoditas. Perkembangan indikator Purchasing Managers’ Index (PMI) di AS, Singapura, wilayah Eropa, dan Jepang juga mengonfirmasi hal tersebut. Perbaikan juga terjadi pada komponen investasi seiring dengan membaiknya optimisme investor dibandingkan tahun sebelumnya dan akselerasi konsumsi pemerintah sejalan dengan telah kembali aktifnya kegiatan belanja barang dan jasa seperti perjalanan dinas maupun kegiatan event. Dari sisi lapangan usaha, perbaikan perekonomian didorong oleh meningkatnya aktivitas lapangan usaha utama yang secara keseluruhan menjadi cerminan dari optimisme vaksinasi COVID-19 serta penguatan ekonomi global dan domestik. Pertumbuhan tertinggi berasal dari lapangan usaha konstruksi didorong oleh masih berlanjutnya sejumlah proyek Jalan Tol Trans Sumatera. Adapun lapangan usaha utama lainnya seperti pertanian, industri pengolahan, pertambangan, dan perdagangan tercatat juga tumbuh lebih tinggi dibandingkan tahun 2020. Akselerasi ditopang oleh peningkatan mobilitas masyarakat seiring dengan penurunan kasus COVID-19, pelonggaran restriksi mobilitas, berlanjutnya akselerasi vaksinasi serta belanja pemerintah yang meningkat di akhir tahun.

Ke depan, kondisi ekonomi Sumatera diperkirakan mampu berangsur pulih secara perlahan didukung oleh sinergi kebijakan untuk memastikan akselerasi pemulihan ekonomi. Terkait dengan ini, tercapainya herd immunity merupakan faktor utama dalam mendorong akselerasi pemulihan ekonomi diiringi dengan strategi utama antara lain melalui stimulus fiskal-moneter, transformasi sektor keuangan, digitalisasi ekonomi dan keuangan, transformasi sektor riil, dan ekonomi keuangan inklusif dan hijau. Namun demikian, terdapat tantangan ke depan yang tidak dapat kita hindari. Krisis geopolitik dunia yang masih berlanjut, telah memberikan efek domino kepada perekonomian global, termasuk di Indonesia. Meskipun kondisi tersebut sedikit banyak memberikan keuntungan dengan meningkatnya harga komoditas utama, namun hal tersebut juga akan meningkatkan kecenderungan untuk melakukan ekspor bahan mentah dan mengesampingkan hilirisasi. Pada akhirnya terdapat harapan agar konflik tersebut dapat segera diselesaikan. Di tengah tantangan tersebut, ekonomi Sumatera masih berpotensi untuk terus tumbuh. Terkait hal tersebut, perlu terus mempererat koordinasi dan kerjasama dengan seluruh elemen masyarakat, stakeholders yang ada di daerah khususnya wilayah Sumatera. Untuk memaksimalkan momentum pemulihan ekonomi Indonesia khususnya kawasan Sumatera, di tengah beberapa tantangan, menjadi penting keterlibatan masyarakat yakni praktisi, akademisi, peneliti, pelaku ekonomi, pengamat ekonomi, dan mahasiswa/i dalam memberikan input rekomendasi ke Pemerintah mengenai strategi kebijakan mempercepat pemulihan ekonomi maupun antisipasi dampak krisis di atas krisis dari berbagai dimensi, melalui karya tulis dan kajian.

Berdasarkan hal tersebut, pelaksanaan 3rd SUMATRANOMICS 2022 bertujuan untuk menjaring karya tulis baik dari akademisi dan praktisi maupun mahasiswa, khususnya terkait strategi dalam mendukung prioritas pemulihan ekonomi Sumatera di tengah pencapaian herd immunity dan dampak spillover krisis global melalui 5 (lima) kebijakan utama. Kebijakan utama yang dimaksud di antaranya adalah stimulus fiskal-moneter, transformasi sektor keuangan, digitalisasi ekonomi dan keuangan, transformasi sektor riil, dan ekonomi keuangan hijau. Kegiatan 3rd SUMATRANOMICS 2022 ini juga bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat tentang perkembangan ekonomi dan isu strategis yang terjadi di wilayah Sumatera, sekaligus menggali rekomendasi dan solusi kreatif untuk mengatasi berbagai kendala terutama dalam situasi post pandemic COVID-19. Lebih lanjut, hasil pemikiran yang dituangkan dalam paper yang dapat disinergikan dengan kebijakan Bank Indonesia sehingga dapat mendukung fungsi advisory kepada Pemerintah baik di tingkat regional Sumatera maupun Pemerintah Pusat.

Dody Zulverdi

Doddy Zulverdi

Kepala Perwakilan Bank Indonesia
Provinsi Sumatera Utara