Pembangunan Sekolah Rakyat Sumatera Tahun 2026: Membangun Akses Pendidikan, Memutus Rantai Kemiskinan
Program Sekolah Rakyat menjadi salah satu agenda penting pemerintah dalam memperluas akses pendidikan berkualitas bagi keluarga miskin. Program ini dirancang untuk melahirkan agen perubahan melalui pendidikan yang berkualitas, pembentukan karakter, dan penguatan rasa percaya diri peserta didik. Lebih dari sekadar pembangunan sekolah, Sekolah Rakyat diharapkan menjadi instrumen untuk memutus rantai kemiskinan antargenerasi.
Dalam periode 2025–2029, target pembangunan Sekolah Rakyat mencapai 400 unit. Pada tahun 2025, 2026, dan 2027 direncanakan pembangunan 100 unit setiap tahunnya, serta 50 unit pada 2028 dan 2029. Pada tahap awal, realisasi Sekolah Rakyat telah mencapai 164 unit yang merupakan capaian dari Sekolah Rakyat rintisan.
Pada 2026, setidaknya terdapat 21 pengembangan Sekolah Rakyat di wilayah Sumatera dengan total nilai kontrak sekitar Rp5,13 triliun melalui skema Multi Years Contract (MYC) 2025–2026. Program ini merupakan bagian dari Sekolah Rakyat Tahap 2 yang bersifat permanen, setelah sebelumnya Sekolah Rakyat Tahap 1 berupa upgrading ataupun peningkatan fasilitas yang telah ada.
Perkembangan pembangunan Sekolah Rakyat pada 2026 di Sumatera menunjukkan capaian yang cukup baik. Rata-rata progres fisik pada 21 lokasi di awal Juli 2026 mencapai 87,63%. Sementara itu, progres keuangan mencapai 64,20% dari pagu anggaran saat ini. Capaian ini menunjukkan bahwa sebagian besar proyek konstruksi telah memasuki tahap akhir, meskipun kesiapan administrasi, pencairan, dan operasional tetap perlu dipercepat.
Di tengah perkembangan pembangunan yang baik, sejumlah tantangan masih perlu diantisipasi. Dari sisi pendanaan, masih terdapat kebutuhan percepatan pencairan termin pembayaran kepada penyedia jasa dan penyesuaian alokasi anggaran. Dari sisi lapangan, kendala yang muncul antara lain keterbatasan pasokan material konstruksi dan kebutuhan mendatangkan material dari luar daerah, serta akses menuju beberapa lokasi yang cukup sulit. Koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, penyedia jasa, dan pemangku kepentingan terkait menjadi faktor yang krusial.
Pembangunan Sekolah Rakyat di Sumatera bukan hanya sekedar proyek infrastruktur pendidikan, namun merupakan investasi sosial untuk menghadirkan negara secara lebih nyata bagi keluarga miskin dan kelompok rentan. Keberhasilan program ini akan ditentukan oleh kemampuan menyelesaikan konstruksi tepat waktu dan membangun sistem pengelolaan sekolah yang benar-benar mampu memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan yang berkualitas.



